Menyembelih Jin Dalam Ruqyah

0 comments
Oleh: Faiq El Azhary, Lc, Dipl

  Mungkin kedengarannya aneh bagi yang belum tahu sendiri. Menyembelih jin. Apa mungkin jin yang tak kasat mata bisa disembelih? Dengan apa menyembelihnya? Mungkin itu pertanyaan yang timbul.
    Cara menyembelih jin ketika ruqyah cukup gampang sebenarnya. Cukup berdoa kepada Allah agar bacaan ayat kursi yang akan kita baca dijadikan senjata atau pedang untuk membunuh jin bandel tersebut. Kemudian kita baca ayat kursi dan tiupkan ke telapak tangan. Telapak tangan kita luruskan dan kita arahkan ke leher pasien kemudian kita gorok. Saksikan apa yang terjadi jinnya akan meronta seperti kambing yang digorok.
    Ayat kursi bisa digantikan dengan ayat lain yang dihafal.
    Kadang ada jin yang kuat dengan digorok dia tak mati meski sudah kesakitan. Maka kita bacakan terus ayat ruqyah sampai jinnya kepanasan dan mati atau pergi.
    Hal yang perlu diingat adalah jangan sembarangan menyembelih jin sebelum didakwahi dengan maksimal. Karena membunuh jin sembarangan tanpa dakwah maksimal adalah tindakan yang dzolim yang kelak akan dipertanggungjawabkan dihadapkan Allah. Untuk Cara dakwah kepada jin tutorialnya bisa dibaca di sini:...


Read More »

Hantu Hongkong Main Ke Mesir

0 comments
Oleh: Faiq El Azhary, Lc, Dipl

   Saya pernah meruqyah TKW hongkong via skype. TKW tersebut mengeluh bahwa di rumah majikannya tepatnya di ruang tamu ada  hantu wanita berbaju putih dan laki-laki. Hantu tersebut sering bikin ulah. Kawan dia pernah nginep di kamarnya dan semalam tak bisa tidur karena wajah ditiupin oleh hantu tersebut.
    Dalam sesi ruqyah saya berdoa agar pasien ditunjukkan hantu tersebut dalam penglihatan batinnya dan saya bacakan ayat-ayat ruqyah standar. Namun hantunya tak juga nongol dalam penglihatan batin pasien.
    Pada malam harinya sekitar jam 2 malam ketika saya tidur tiba-tiba dibagunkan oleh istri saya. Istri bilang kalau di ruang tv ada bau tahi dan di kamar anak bau menyan. Ini adalah hal yang aneh karena tidak ada tahi dan menyan di kedua ruangan tersebut. Jika demikian maka bisa jadi ini bau jin. Maka istri saya suruh pejamkan mata dan mohon kepada Allah agar ditunjukkan jin yang bau tahi dan menyan tersebut sembari membaca ayat QS Al An'am:103 dan QS. Qof: 22 dan untuk menarik jin agar hadir memkai QS. Al Baqoroh: 148. Benar saja istri saya melihat dua sosok makhluk satunya wanita berbaju putih dan satunya pria. Mereka mengaku kalau datang dari Hongkong. Mereka berkata sebenarnya ketika sesi ruqyah tadi mereka hadir namun si pasien tak mata batinnya tak mampu melihatnya.
    Seperti biasa saya dakwahi untuk masuk Islam namun mereka menolak. Alasan mereka tidak bersedia masuk Islam adalah mereka takut tak bisa main-main lagi. Kemudian saya bilang enakan mana main-mainmu dengan ini? Dan saya baca QS. AR Rohman: 46-60 mereka bilang ya enakan ini kemudian bersedia masuk Islam.
    Beberapa hari kemudian si TKW mengabarkan kalau masih ada bau tahi ketika masuk rumah kemudian dia bilang: Kalau nakal saya laporkan Gus Faiq biar diruqyah" kemudian bau tahinya hilang.
    Karena Kami sekarang ini berada di Mesir maka saya kasih judul hantunya datang dari Hongkong ke Mesir hehehe...


Read More »

Jimat Dan Rajah

1 comments
Oleh: Faiq El Azhary, Lc, Dipl
   Tak sedikit orang yang menggantungkan kesuksesannya dengan jimat dan rajah. Ada yang untuk kekebalan. Ada yang untuk penglarisan. Ada yang untuk mendekatkan jodoh. Ada yang untuk tolak santet dan sebagainya.
    Benarkah jimat dan rajah bisa berfaedah seperti itu dan mengapa hal itu bisa terjadi dan bagaimana hukumnya secara syar'i ?
    Memang benar dalam faktanya jimat dan rajah memberi faedah instan seperti itu. Oleh karena itu banyak sekali masyarakat yang belum mengerti hukumnya mengambilnya. Jimat dan rajah bisa memberi manfaat seperti itu karena dalam jimat dan rajah ada jinnya dan jinnya tersebut yang bertugas menjalankan misi pemilik jimat dan rajah. Jin memang punya kekuatan dan ini disebut dalam QS An Naml: 39 yang mana jin ifrit mampu mendatang singgasana Bilqis di Saba' Yaman ke kerajaan Nabi Sulaiman Saw di Palestina. Jarak Yaman-Palestina ratusan mil bahkan mendekati seribu mil. Ini bukti jin punya kekuatan luar biasa. Jika jimat dan rajah untuk kekebalan maka jinnya bertugas menghadang segala benda tajam dan peluru untuk menembus kulit pembawa jimat dan rajah tersebut. Kalau jimat dan rajah untuk penglarisan maka tugas jinnya adalah masuk ke dalam otak setiap orang yang lewat yang keimanannya lemah dan mensugesti agar tertarik untuk membelinya. Jika jimat dan rajah untuk mendekatkan jodoh maka tugas jin adalah masuk ke otak orang yang disukai dan mensugestinya agar jatuh cinta kepada pemegang jimat dan rajah. Kalau jimat dan rajah untuk tolak santet maka tugas jinnya adalah melawan jin suruhan dukun santet yang bertugas memasukkan benda santet ke tubuh korban. Ini efektif dengan catatan jin di jimat atau rajah lebih kuat dari jin dukun.
    Mungkin ada yang berkata kalau rajah itu adalah sekedar doa dan itu syar'i. Saya katakan bahwa rajah tidaklah syar'i. Mengapa demikian? Karena rajah adalah salah satu bentuk tipuan setan. Setan menipu lewat rajah melalui tampilan rajah yang ada huruf Arab dan menampilkan ayat atau sholawat. Berdasar penelitian yang saya lakukan melalui dialog dengan jin yang ada di rajah lewat tubuh pasien yang diruqyah maupun dengan anak indigo yang melihat keberadaan jin di rajah maka diperoleh kesimpulan bahwa huruf-huruf Arab yang terputus-putus adalah bahasa pemanggil jin. Ada sumber lain yang menyebut bahwa huruf-huruf tersebut diperoleh dari huruf awal dari mantra-mantra yang ada di kitab sihir yahudi Kabbala. Fungsi dari huruf-huruf terputus tadi adalah untuk memanggil jin. Memang bahasa Ibrani dan bahasa Arab mempunyai kedekatan baik dari segi sejarah, kosa kata maupun bentuk hurufnya yang mirip. Dari segi sejarah bahasa Ibrani dan Arab berkumpul di Nabi Ibrahim As. Bahasa Arab adalah bahasa anak pertama Nabi Ibrahim yaitu Nabi Ismail As dan bahasa Ibrani diwariskan oleh anak kedua Nabi Ibrahim As yaitu Nabi Ishaq As. Memang sangat dekat hubungan keduanya.
    Kembali ke topik awal. Memang sekilas nampak menguntungkan memiliki jimat dan rajah namun sejatinya merugi. Minimal ada 2 kerugian memiliki jimat dan rajah. Kerugian pertama adalah kerugian dari sisi agama. Dalam sebuah hadits sohih riwayat Imam Ahmad Nabi Saw bersabda:"Barang siapa menggantungkan jimat maka dia telah syirik." Dari sisi agama sangatlah rugi karena syirik adalah dosa terbesar dalam agama dan syirik adalah kedzoliman yang terbesar sesuai firman Allah dalam QS. Luqman 13. Kalau seseorang sudah mengetahui hukumnya dan tetap menerjangnya maka dia akan menjadi orang sangat merugi kelak di hari yang tak berlaku uang, jabatan dan nepotisme. Kerugian kedua adalah kerugian di dunia. Orang yang membawa jimat atau rajah berarti dia rela jinnya masuk ke tubuhnya. Jika jin sudah masuk maka jin bisa menciptakan segala ke-erroran dalam tubuh. Akan timbul berbagai penyakit yang tak sembuh dengan pengobatan medis. Bisa menyebabkan kemandulan bahkan keguguran karena jin menghambat asupan gizi dalam darah di plasenta. Bisa menciptakan kejepit syaraf yang resiko pengopbatannya tinggi kalau tidak sembuh ya lumpuh. Bisa menyebabkan impotensi. Bisa menyebabkan penyakit mag akut. Bisa menyebabkan penyumbatan pembuluh darah di otak. Bisa menciptakan gangguan di paru dsb. Belum lagi nanti ketika sakarotul maut jinnya akan menggangu sehingga sulit mati dan itu sakitnya bukan main. Atau jinnya akan mengajak kepada kemusyrikan di hembusan nafas terahir. Mungkin akan ada yang berkata bahwa jinnya telah masuk Islam. Saya tanya:"Anda bisa memastikan si jin sudah masuk Islam dari apanya? Dari penampilannya yang memakai surbankah? Anda sungguh naif. Keimanan itu letaknya di hati dan itu tak bisa dinilai dari penampilan. Jangankan jin yang makhluk halus dan bisa meniru bentuk apa saja kecuali bentuk Nabi Saw, manusia saja bisa berpenampilan apa saja untuk meluluskan niat jahatnya. Tak jarang seorang copet berpenampilan necis memakai dasi. Seorang misionaris memakai kerudung jika wanita dan memakai baju koko dan kopyah putih jika pria. Apa saja bisa dilakukan untuk meng-golkan niatnya. Maka hati-hatilah dan jangan lugu dalam menilai.
    Kurang lebih sekian dulu pembahasan kali ini semoga bermanfaat.

Read More »

Buat Apa Ke Dukun, Sudah Mahal Tidak Syar'i Lagi. Mending Ruqyah

0 comments
 Oleh: Faiq El Azhary, Lc, Dipl
  Banyak orang yang terkena kasus santet atau gangguan jin biasa larinya ke dukun. Bahkan dari kalangan santripun ada yang ke dukun juga. Mungkin sudah tahu hukumnya namun tak juga menemukan solusi yang syar'i ahirnya terpaksa lari ke dukun.
    Secara syar'i dalam sebuah hadits shohih riwayat Abu Dawud, Tirmidzi dan Ibnu Majah, Nabi bersabda: "Barang siapa mendatangi dukun kemudian membenarkan perkataannya maka telah kafir terhadap agama yang diturunkan kepada Nabi Muhammad".
    Begitu kerasnya sangsi bagi orang yang datang ke dukun sampai ada stempel kafir jika mempercayai perkataannya.
    Secara ekonomi datang ke dukun membutuhkan biaya yang besar. Ada saja permintaan si dukun. Ada yang membawa ayam cemani yang semua bagian tubuhnya hitam dan tentunya sulit mencarinya dan kalau dapat, si pemilik ayam mematok harga yang tinggi. Dsiuruh selamatan dengan menu macam-macam. Ada pasien saya yang pergi ke dukun untuk pengobatan santetnya dan habis biaya 6 juta. Belum lagi perutnya luka  dijahit dengan 26 jahitan karena si dukun menggunakan kuku untuk mengambil pecahan kaca di perut pasien tersebut. Sungguh tidak menarik sebenarnya berobat ke dukun. Padahal pasien tersebut ketika saya ruqyah sekali alhamdulillah sembuh dan saya tidak memasang tarif. Bagi yang ingin memberi sebagai rasa terima kasih saya tak bisa menolak. Bagi yang tidak ada sesuatu yang diberikan saya tidak menuntutnya. Bahkan ada pasien yang saya duga tidak mampu memberi uang kepada saya dan saya tolak tapi tetap memaksa agar saya menerimanya.
Jadi pilih mana? Pilih menjadi dukun apa menjadi peruqyah? Eh salah lagi: Pilih ke dukun apa ke peruqyah? Hehehe


Read More »

Berdakwah Kepada Jin Ketika Ruqyah

1 comments
Oleh: Faiq El Azhary, Lc, Dipl

    Ada satu hal sangat penting yang biasanya terlewatkan dari pelatihan ruqyah entah karena ketidakmengertian pelatihnya akan pentingnya hal ini atau karena keterbatasan waktu. Hal tersebut adalah berdakwah kepada jin.
    Sering kita lihat di youtube peruqyah yang dakwahnya asal-asalan kemudian dengan sembrono memakai tehnik sembelihan. Ini jelas tidak dianjurkan karena jin itu adalah makhluk yang mukallaf dan layak didakwahi dengan baik atau dalam istilah Al Qur'annya bil hikmah wal mauidzotil hasanah. Jin layak didakwahi dengan baik dan tak boleh asal-asalan dalam berdakwah baru sebentar dakwah sudah main sembelih. Itu dzolim namanya. Ibnu Taimiyah sendiri dalam Majmu' Fatawanya melarang secara sembarangan membunuh jin.
    Sebenarnya cara berdakwah kepada jin tidaklah ribet seperti yang dibayangkan. Langkah pertama adalah tanya alasan jin mengganggu korban. Maka dakwahnya disesuaikan dengan alasan jin. Jika alasanya karena disuruh dukun maka jin dibantu lepas dari  dukun dengan cara diajak berdoa kepada Allah agar dilepaskan dari dukun. Tentu berdoanya setelah jin bersedia masuk Islam karena kalau belum masuk Islam doanya tak diterima. Jika dia menolak masuk Islam maka ditanya apa agamanya. Jika dia kristen maka dibacakan ayat yang berkaitan dengan kristen seperti ayat 72 Al Maidah dan ayat 116-117 Al Maidah atau ayat-ayat lain yang sesuai. Jika dia Yahudi maka dibacakan QS At Taubah: 30 atau ayat-ayat tentang yahudi yang lain. Kalau dia tidak beragama dijelaskan bahwa dia diciptakan untuk menyembah Allah dan dibacakan QS. Ad Dzariyat: 56.
    Terkadang jin tidak mau lepas dari dukun karena merasa nyaman bekerja sama dengan dukun karena si dukun selalu memberi sesajen yang menjadi makanan dia. Jika kasusnya demikian maka kita katakan: "Enak mana pemberian dukun dengan ini?" kemudian kita baca QS Ar Rohman: 46- ahir surat. Biasanya jin akan tergiur karena melihat kenikmatan surga yang digambarkan oleh ayat ini.
    Jika jinnya merasa takut dengan dukun maka kita tawarkan untuk bergabung dengan pasukan jin muslim. Caranya dengan kita berdoa agar Allah menurunkan pasukannya dari kalangan jin muslim agar jin ini bisa bergabung dengannya.
    Jika jin tak mau meninggalkan pasien karena suka kepada pasien dan ini sering terjadi maka dibacakan QS. Ar Rum: 21. Biasanya jin tersebut langsung menjauh dari pasien. Karena memang makna dari ayat tersebut adalah menjelaskan bahwa Allah menciptakan pasangan hidup sejati itu dari sejenisnya sedang manusia dan jin bukan dari jenis yang sama.
    Demikianlah cara singkat berdakwah dengan jin ketika ruqyah dan tidak sulit sebenarnya. Jika sudah didakwahin secara maksimal tapi jinnya bandel ya silakan pake tehnik sembelihan.


Read More »

Anak Hiperaktif Dan Solusinya Dengan Ruqyah

0 comments
Oleh: Faiq El Azhary, Lc,Dipl

  Sekitar setahun yang lalu saya menerima pasien anak yang hiperaktif. Umurnya sekitar 5 tahun. Ketika bertemu pertama saya sapa dia Cuma senyum dan tak mau bicara. Kata ibunya dia sangat nakal. Sampai-sampai dia harus dikeluarkan dari TK karena gurunya sudah kuwalahan mengatasinya. Jika melihat mobil yang berjalan maka dia penasaran ingin menaboknya.
    Pada sesi ruqyah anaknya dipangku ibunya dan saya bacakan ayat ruqyah di depannya. Anaknya selalu membuang muka sembari menunjukkan wajah benci kepada saya padahal sebelum sesi ruqyah dia senyum-senyum meski tak mau bicara kepada saya.
    Sesi ruqyah berakhir dan ibu pasien undur diri beserta anaknya. Keesokan harinya ibu pasien memberi kabar bahwa pasien sudah banyak bicara dan tidak nakal lagi. Alhamdulillah.

Read More »

Meruqyah Pasien Homo

0 comments
Oleh: Faiq El Azhary, Lc, Dipl

  Beberapa waktu lalu saya menerima pasien yang punya dorongan untuk melakukan tindakan homo seks. Dorongan itu kian besar dan alhamdulillah berhasil ditahan karena memang pasien tahu bahwa homoseks adalah dosa besar.
    Kejadian awalnya dimulai ketika dia masih kecil dan tinggal di asrama maka dia menjadi korban homoseks oleh seniornya. Ketika dia sudah besar dorongan untuk melakukan homoseks timbul. Menurut pakar seksologi Dr Boyke bahwa homoseks dan lesbi adalah penyakit yang mudah ditularkan oleh lingkungan dan sulit diobati. Maka berhati-hatilah memilih kawan dan asrama.
    Pada prosesi ruqyah saya tekan bagian dada pasien dan saya berdoa meminta kepada Allah agar pasien menjadi orang yang sangat benci kepada homoseks.Pasien dalam posisi duduk dan memejamkan mata. Kemudian saya bacakan ayat-ayat ruqyah standar seperti di sini:...
    Setelah selesai prosesi ruqyah saya tanya kepada pasien apayang dirasakan. Pasien berkata jika ada sesuatu yang ingin keluar dari tubuhnya dan membuat bajunya terasa sesak namun belum bisa keluar. Kemudian saya usap-usap bagian perut sambil membaca ayat-ayat ruqyah standar kemudian saya tarik ke bagian mulut pasien yang mengakibatkan pasien merasa muntah namun yang keluar adalah ludah. Saya minta pasien untuk mengamalkan ayat ruqyah tiap hari minimal sekali setelah maghrib.
    Beberapa waktu kemudian secara tak sengaja saya bertemu dengan pasien dan saya tanya perkembangannya dan dia bilang perkembangannya bagus.
Untuk konsultasi silakan tulis di kolom komen.

Read More »